SENDAWAR, Prokopim – Pergantian pucuk pimpinan Komando Distrik Militer (Kodim) 0912/Kutai Barat menjadi momentum memperkuat sinergi TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan serta mengawal pembangunan. Hal ini ditegaskan wakil Bupati Kutai Barat (Kubar) Nanang Adriani saat menghadiri acara pisah sambut Dandim 0912/Kubar, Senin (19/10) malam,
Kegiatan yang berlangsung tersebut di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, kantor Bupati Kubar, dihadiri jajaran TNI, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu, Ketua DPRD Kubar Ridwai pimpinan organisasi perangkat daerah, serta tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan sejumlah undangan lainnya.
Acara ini menandai pergantian kepemimpinan Dandim 0912/Kutbar dari Kolonel Infanteri Doni Fransisco, S.Sos., M.Han., kepada Letnan Kolonel Infanteri Fransiscus Xaverius Renoten Yanuariyanto, S.A.P., M.I.P.
Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan apresiasi kepada Doni Fransisco atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan tugas di Kutai Barat. Menurutnya, sinergi yang terbangun antara Kodim dan pemerintah daerah selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, kerja sama, serta pengabdian selama memimpin Kodim 0912/Kutai Barat,” ujarnya.
Wabup juga menyampaikan selamat atas penugasan baru Doni Fransisco sebagai Kabagum Pusdiklatpassus Kopassus. Ia berharap amanah baru tersebut dapat dijalankan dengan baik dan menjadi kesempatan untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.
Sementara itu, kepada Letkol Inf Fransiscus Xaverius Renoten Yanuariyanto, Nanang menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas di Kutai Barat. Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat melanjutkan berbagai capaian yang telah dirintis serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Polri, dan seluruh elemen masyarakat.
Lebih lanjut, Nanang menegaskan tantangan pembangunan daerah ke depan membutuhkan kerja sama lintas sektor. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian bersama di antaranya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pemeliharaan stabilitas keamanan, pencegahan penyebaran informasi bohong atau hoaks, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Selain itu, situasi daerah yang aman dan kondusif dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim investasi yang baik di Kutai Barat.
Karena itu, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Komunikasi dan koordinasi yang baik menjadi modal penting untuk mengantisipasi berbagai tantangan sekaligus memastikan program pembangunan berjalan optimal.
Ia meyakini, komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan akan menjadi kekuatan dalam menjaga keamanan, memelihara persatuan, dan mendorong kemajuan daerah.
Menutup sambutannya, Frederick kembali menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kodim 0912/Kutai Barat, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini turut menjaga kondusivitas wilayah.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni pergantian pejabat, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga Kutai Barat tetap aman, damai, dan semakin maju.(KP17)

