KUTAI BARAT, PROKOPIM – Manager PLN ULP Melak Agung Putra Raharjo mengungkap penyebab pemadaman listrik yang belakangan cukup sering terjadi di wilayah Kutai Barat. Gangguan tersebut terutama disebabkan gangguan pada mesin pembangkit, ditambah faktor eksternal seperti pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.
Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani di Kantor PLN ULP Melak sekaligus pengecekan Mesin di Mentiwan, Jumat (23 Oktober 2026).
Agung menjelaskan, gangguan mesin menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan terjadinya pemadaman di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat pasokan listrik mengalami keterbatasan sehingga pemadaman tidak dapat dihindari.
“Pada dasarnya gangguan ini karena gangguan mesin. Beberapa kali kami mengalami gangguan mesin yang menyebabkan di beberapa daerah padam,” jelas Agung.
Menurutnya, PLN terus melakukan upaya percepatan pemulihan dengan mengerahkan sumber daya dan personel di lapangan. Pelayanan juga dilakukan selama 24 jam agar setiap gangguan dapat segera ditangani dan sistem kembali normal.
Selain gangguan mesin, pemadaman dalam beberapa hari terakhir juga dipengaruhi kondisi cuaca. Hujan dan angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang yang berpotensi mengganggu jaringan listrik.
“Dalam beberapa hari ini ada hujan badai yang cukup besar, sehingga ada beberapa pohon yang tumbang. Itu juga berpotensi menyebabkan pemadaman,” katanya.
Lanjurnya, Untuk mengatasi keterbatasan daya, PLN ULP Melak kini mendapat tambahan unit mesin dengan kapasitas sekitar 5 megawatt (MW). Agung mengatakan mesin tersebut telah tiba di Melak sekitar 20 Oktober 2026 setelah melalui proses pengawalan dari berbagai pihak.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Forkopimda, kepolisian, Dinas Perhubungan serta pihak-pihak lain yang ikut mendukung kelancaran pengiriman mesin tersebut hingga tiba di Melak.
“Support-nya luar biasa. Mulai dari masuk Kutai Kartanegara sampai masuk Kutai Barat sudah dikawal, termasuk dari Polres, Dishub dan semuanya. Kami saling sinergi dan kolaborasi,” ujarnya.
Saat ini, proses pemasangan dan persiapan pengoperasian mesin masih dilakukan secara bertahap. PLN menargetkan tambahan daya tersebut sudah dapat masuk ke sistem pada minggu pertama November 2026, apabila tidak terdapat kendala di lapangan.
“Harapan kami sesuai timeline, minggu pertama bulan November sudah bisa masuk sistem. Kami masih berupaya semaksimal mungkin di lapangan,” tegas Agung.(KP36).

