KUTAI BARAT, PROKOPIM – Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari berhasil meraih Juara I Lomba Kreasi Menu Makan Siang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) dalam rangka memperingati Hari Pangan Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026.

Berdasarkan Berita Acara Penetapan Pemenang yang dikeluarkan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Barat, penilaian lomba dilaksanakan pada Selasa, 27 Oktober 2026 di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat.

KWT Lestari berhasil meraih nilai tertinggi 2.070 poin dan menempati posisi pertama. Juara II diraih KWT Asa Jaya Bakung 1 dengan nilai 2.017, sedangkan Juara III diraih KWT Sekar Budi Luhur dengan nilai 1.992.

Sementara itu, Harapan I diraih KWT Mapan Lestari dengan nilai 1.934, Harapan II KWT Mawar dengan nilai 1.931, dan Harapan III KWT Belangk Raya dengan nilai 1.868.

Tidak hanya menu B2SA, lomba juga menghadirkan kategori Minuman Khas Kutai Barat. Pada kategori ini, KWT Asa Jaya Bakung 1 berhasil menjadi Juara I dengan nilai tertinggi 2.087 poin.

Juara II diraih KWT Lestari dengan nilai 2.010, Juara III KWT Mawar dengan nilai 1.924. Selanjutnya, Harapan I diraih KWT Karangan Lestari dengan nilai 1.897, Harapan II KWT Putri Kerbangan dengan nilai 1.885, dan Harapan III KWT Asa Jaya Bakung 2 dengan nilai 1.847.

Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari Ketua Pokja III Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Barat Titik Sandora, S.Pd; Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat Erna Rohmawati, SKM; Ketua Persatuan Gizi Kabupaten Kutai Barat (PERSAGI) Stepanus Liah, S.Gz; Dharma Wanita Kabupaten Kutai Barat Bertha Purwanicayanti, S.Sos., M.Si; serta Bankaltimtara KC Sendawar Krismanto.

Adapun kriteria penilaian meliputi keseimbangan gizi dan kesesuaian, kreativitas dan inovasi, cita rasa dan sensori, penampilan dan estetika, serta aplikatif dan ekonomis.

Kadis Ketapang Kubar Rion mengatakan Kegiatan lomba ini menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat, khususnya kelompok wanita tani, untuk semakin kreatif dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi menu yang beragam, bergizi, seimbang dan aman, sekaligus memperkenalkan kekayaan pangan khas Kutai Barat.

Rangkaian HPS juga menjadi ruang promosi produk pangan lokal melalui bazar UMKM. Berbagai produk olahan ditampilkan kelompok wanita tani (KWT) dan kelompok tani dari sejumlah kecamatan.
Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan melaksanakan edukasi konsumsi pangan B2SA di sejumlah sekolah. Edukasi tersebut bertujuan membangun kesadaran peserta didik mengenai pentingnya pola konsumsi yang beragam, bergizi, seimbang dan aman.
“Edukasi ini juga sebagai upaya mendukung pertumbuhan dan perkembangan kesehatan anak serta membentuk kebiasaan makan sehat sejak usia dini, sekaligus sebagai bagian dari upaya penanggulangan stunting,” jelasnya.

Kegiatan edukasi dilaksanakan di sejumlah sekolah, di antaranya SMA Negeri 1 Jempang, SMP Negeri 2 Gunung Rampah, SMKN 1 Bongan, SMA Negeri 1 Penyinggahan, SMP Negeri 1 Tering, SDN 004 Loa Deras, SDN 006 Bakung dan SMP Negeri 1 Long Iram.

Sementara untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, pemanfaatan pekarangan didorong di Kelurahan Melak Ulu, Kelurahan Melak Ilir, Kampung Loa Deras dan Kampung Bakung.

Rion berharap seluruh rangkaian HPS tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengembangkan pangan lokal dan membangun ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati, dalam hal ini Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat, dan seluruh tamu undangan yang telah mendukung kegiatan hari ini,” pungkasnya. (KP36)

Komentar dinonaktifkan.