SENDAWAR, Prokopim-Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin menegaskan pentingnya penguatan komitmen dan kerja sama pentahelix dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh unsur.
Hal tersebut disampaikan Bupati Frederick Edwin saat memimpin Pertemuan Strategis Koordinasi dan Kolaborasi Pentahelix Tanggap Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kubar, di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Kantor Bupati Kubar, Sabtu (22/8/2026).
Dalam arahannya, Bupati menyampaikan tiga hal strategis yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni penguatan komitmen kerja sama pentahelix, strategi operasi pemadaman terpadu, serta perlindungan kesehatan masyarakat.
“Karhutla tidak bisa bertumpu pada satu pihak saja. Saya meminta komitmen nyata dari lima pilar utama dalam penanggulangan bencana ini,”ujar Frederick.
Ia meminta perangkat daerah (PD), melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait, menjadi koordinator utama dalam menggerakkan patroli serta menetapkan langkah dan status kedaruratan sesuai kondisi di lapangan.
Sementara itu, TNI dan Polri diharapkan menyiapkan personel siaga untuk mendukung aksi cepat pemadaman di lapangan sekaligus melakukan penegakan
hukum terhadap pelaku pembakaran liar.
“MPA (Masyarakat Peduli Api) juga harus menjadi ujung tombak dalam melakukan deteksi dini titik api di tingkat kampung dan kecamatan,”tegasnya.
Untuk dunia usaha, khususnya perusahaan yang beroperasi di wilayah Kubar, Bupati meminta adanya kepedulian yang lebih mendalam terhadap lingkungan sekitar wilayah operasional. Perusahaan diharapkan menyediakan sarana dan prasarana pemadam, menjaga konsesi masing-masing agar bebas dari api, serta segera memberikan bantuan apabila terdapat wilayah yang terdampak kebakaran.
Sedangkan akademisi dan media massa diharapkan turut berperan dalam memberikan edukasi mengenai bahaya Karhutla serta menyebarluaskan informasi peringatan cuaca panas secara akurat kepada masyarakat.
Pada strategi operasi pemadaman terpadu, Bupati mendorong peningkatan kesiapsiagaan melalui tindakan nyata di lapangan. Deteksi dan patroli dini harus diintensifkan, terutama pada area lahan gambut dan kawasan belukar kering yang rawan terbakar.
Ia juga meminta setiap titik api segera ditangani, sekecil apa pun skalanya, sebelum meluas dan semakin sulit dikendalikan akibat kondisi angin yang kencang.
“Petugas harus segera memadamkan titik api sekecil apa pun sebelum meluas dan sulit dikendalikan,”katanya.
Selain itu, penguatan sarana lapangan juga menjadi perhatian. Mobilisasi unit slip-on dan tangki pasokan air perlu dilakukan untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses dalam upaya mempercepat proses pemadaman.
Tidak hanya penanganan api, Bupati juga menekankan pentingnya perlindungan kesehatan masyarakat dari dampak polusi udara akibat Karhutla. Jajaran terkait diinstruksikan bergerak cepat melakukan mitigasi untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi peran serta kita sekalian yang menunjukkan komitmen bersama dalam tanggap bencana kebakaran hutan dan lahan demi menjaga Tanaa Purai Ngeriman yang kita cintai ini,”pungkasnya. (KP6)

