SENDAWAR, Prokopim-Pemkab Kutai Barat (Kubar) menegaskan pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas daerah dalam mendukung konektivitas wilayah, pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi masyarakat, hingga pemerataan pembangunan kampung-kampung. Karena itu, sektor jasa konstruksi diminta siap menjawab kebutuhan pembangunan secara profesional dan berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kubar Frederick Edwin melalui sambutan yang dibacakan Plh Sekkab Kubar Yuli Permata Mora, pada Forum Jasa Konstruksi di Gedung Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Kantor Bupati Kubar, Rabu (20/5/2026).
“Pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu prioritas daerah untuk mendukung konektivitas wilayah, pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan pemerataan pembangunan kampung-kampung. Oleh karena itu, sektor jasa konstruksi harus benar-benar dipersiapkan agar mampu menjawab kebutuhan pembangunan tersebut secara profesional dan berkualitas,”ujarnya.
Ia menegaskan pembangunan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel. Pemerintah daerah tidak menginginkan adanya proyek konstruksi yang dikerjakan asal jadi, tidak sesuai spesifikasi, maupun mengabaikan keselamatan kerja.
“Setiap proyek pembangunan menyangkut uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan dengan baik,”tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim melalui Kepala Seksi Pemberdayaan dan Informasi Jasa Konstruksi, Marini mengatakan sektor jasa konstruksi merupakan salah satu pilar utama penggerak roda perekonomian dan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Menurutnya, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadikan Kaltim sebagai pusat perhatian dunia dan diharapkan memberi dampak pembangunan bagi seluruh daerah penyangga, termasuk Kabupaten Kubar.
“Sektor jasa konstruksi memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan konektivitas wilayah, dan pemerataan pembangunan. Karena itu kualitas pelaksanaan konstruksi harus menjadi perhatian utama seluruh pihak,”katanya.
Ia menambahkan tantangan pembangunan kedepan bukan hanya membangun fisik, melainkan menghadirkan infrastruktur yang berkualitas, aman, berkelanjutan, dan akuntabel. Untuk itu diperlukan pembinaan sumber daya manusia serta kepatuhan terhadap regulasi jasa konstruksi.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi SDM lokal Kubar agar mampu bersaing dan tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Dinas teknis bersama asosiasi diminta bergerak cepat melakukan sertifikasi, pelatihan dan bimbingan teknis bagi tenaga kerja konstruksi mulai dari tingkat terampil hingga ahli.
Forum jasa konstruksi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman regulasi, meningkatkan kompetensi SDM konstruksi, sekaligus memperkuat kepatuhan seluruh pelaku jasa konstruksi terhadap ketentuan yang berlaku sehingga tercipta sinergi antara pemerintah, asosiasi profesi, badan usaha dan tenaga kerja konstruksi.
Sekretaris Dinas PUPR Kubar Ireneus Rafael Yen mengatakan kegiatan forum tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman para pelaku jasa konstruksi terhadap regulasi dan kebijakan jasa konstruksi, mendorong peningkatan kompetensi serta kualitas SDM konstruksi, dan memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, asosiasi, badan usaha dan tenaga kerja konstruksi. (KP6)

