SENDAWAR, Prokopim-Pemkab Kutai Barat (Kubar) menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kepatuhan terhadap regulasi dalam sektor jasa konstruksi guna mendukung pembangunan daerah yang aman, tertib dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kubar Frederick Edwin melalui sambutan tertulis yang dibacakan Plh Sekkab Kubar Yuli Permata Mora, pada kegiatan Forum Jasa Konstruksi, di Gedung Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Kantor Bupati Kubar, Rabu (20/5/2026).
Dalam sambutannya, Frederick Edwin menyebut forum tersebut sangat penting dan strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang berkualitas. Sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021, pemerintah daerah memiliki kewenangan melakukan pengawasan tertib usaha, tertib penyelenggaraan serta tertib pemanfaatan jasa konstruksi.
“Pengawasan ini tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari upaya bersama untuk memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,”ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi dan sampling tahun 2025, masih ditemukan sejumlah badan usaha jasa konstruksi yang belum memahami maupun memanfaatkan aplikasi SIMPAN dan SIMPK. Selain itu, masih ada tenaga kerja konstruksi yang belum memiliki sertifikat kompetensi keahlian.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama, terlebih di tengah percepatan pembangunan infrastruktur yang menuntut kualitas SDM dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Di tengah percepatan pembangunan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi faktor utama keberhasilan pembangunan,”katanya.
Ia juga menyoroti tantangan dunia konstruksi saat ini, mulai dari efisiensi anggaran, penggunaan teknologi digital, keselamatan kerja, hingga pembangunan berkelanjutan. Pemerintah pusat pun terus mendorong transformasi sektor konstruksi melalui digitalisasi layanan, penerapan Building Information Modeling (BIM), penggunaan teknologi ramah lingkungan, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.
Forum yang mengusung tema “Pembinaan SDM dan Kepatuhan Jasa Konstruksi” itu diharapkan menjadi sarana komunikasi, konsultasi, serta pertukaran informasi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan masyarakat jasa konstruksi.
Selain itu, Frederick Edwin juga mendukung percepatan adopsi teknologi digital di sektor konstruksi. Ia berharap pelaku jasa konstruksi di Kubar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan meningkatkan kualitas pekerjaan agar mampu bersaing di tingkat daerah maupun nasional.
“Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh pihak agar tercipta ekosistem jasa konstruksi yang sehat, profesional dan berdaya saing,”tandasnya. (KP6)

