SENDAWAR, Prokopim-Kontes Ternak Tingkat Kutai Barat (Kubar) 2026 menjadi momentum penting dalam mendorong kemajuan sektor peternakan daerah. Kegiatan yang digelar di Lapangan Teras UMKM Itho, Barong Tongkok, Senin (27/4), itu mendapat apresiasi dari Bupati Kubar, Frederick Edwin.
Menurutnya, sektor peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Karena itu, kontes ternak tidak sekadar menjadi ajang pamer hewan unggulan, tetapi juga sarana memotivasi para peternak untuk terus meningkatkan kualitas budidaya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong peternak agar menerapkan teknologi dan manajemen pakan yang baik, sekaligus memperkuat sinergi dalam promosi dan pemasaran komoditas peternakan,”ujarnya.
Selain itu, kontes ini juga berfungsi sebagai ajang edukasi. Para peternak dapat saling bertukar informasi dan pengalaman, khususnya terkait bibit unggul dan pola pemeliharaan yang efektif. Di sisi lain, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada peternak yang berhasil menghasilkan ternak berkualitas.
Pemkab Kubar, lanjutnya, berkomitmen penuh mendukung sektor peternakan. Pada 2026, bantuan ternak yang disalurkan mencapai 3.633 ekor, terdiri dari sapi, babi, kerbau, kambing, dan unggas. Bantuan tersebut bersumber dari pokok pikiran (pokir) anggota DPRD sebanyak 1.088 ekor dan anggaran murni sebanyak 2.545 ekor.
Kedepan, Kubar ditargetkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu menjadi daerah lumbung ternak yang mandiri. Untuk itu, pada rencana kerja (renja) 2027, Pemkab telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,7 miliar untuk Program Desa Ternak Terintegrasi.
Program tersebut akan difokuskan pada pengembangan sapi dan kambing untuk produksi daging dan susu, babi untuk daging, serta ayam petelur. Potensi pengembangan dinilai masih sangat besar, mengingat ketersediaan lahan hijau yang melimpah di wilayah Kubar.
Bupati juga mengajak seluruh pihak, termasuk Dinas Pertanian dan para peternak, untuk mendukung penuh program tersebut. Ia berharap, ajang kontes ini bisa menjadi tolok ukur kualitas ternak lokal sekaligus mendorong lahirnya bibit unggul yang dapat dikembangkan lebih luas.
“Terlebih, sapi eksotik yang meraih juara pertama akan berpeluang terpilih sebagai sapi bantuan kemasyarakatan (banmas) Presiden pada Iduladha 2026,”tambahnya.
Bupati juga berpesan kepada dewan juri agar melakukan penilaian secara profesional dan objektif sesuai standar teknis peternakan.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkab optimistis sektor peternakan di Kubar akan semakin maju dan mandiri, sejalan dengan visi mewujudkan daerah yang sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat. (KP17/KP6)

