SENDAWAR, Prokopim-Pemkab Kutai Barat (Kubar) mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi cuaca yang panas, minimnya curah hujan, serta surutnya debit sungai dinilai berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun kebakaran di kawasan permukiman.
Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani mengatakan, berdasarkan kondisi yang terjadi saat ini, hujan diperkirakan belum turun selama hampir satu bulan. Akibatnya, suhu udara terasa semakin panas dan sejumlah sungai mengalami penyusutan debit air.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati. Hindari tindakan yang dapat memicu kebakaran, terutama membakar sampah tanpa pengawasan. Jika memang terpaksa dilakukan, harus diawasi hingga api benar-benar padam dan jangan ditinggalkan,”kata Nanang usai menyaksikan prosesi pelipatan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Kantor Bupati Kubar, Minggu (16/8/2026) malam.
Menurutnya, seluruh masyarakat juga diajak berdoa agar hujan segera turun sehingga dapat mengurangi dampak musim kemarau. Meski demikian, kondisi tersebut harus disikapi dengan meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Nanang juga mengingatkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, agar lebih berhati-hati saat menggunakan kompor di dapur maupun instalasi listrik di rumah. Langkah pencegahan dinilai menjadi cara paling efektif untuk menghindari terjadinya kebakaran.
Selain itu, kabut asap yang mulai muncul di beberapa wilayah berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Karena itu, warga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap siaga menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi selama musim kemarau berlangsung.
“Kita tentu tidak menginginkan adanya kejadian yang merugikan masyarakat maupun lingkungan. Karena itu, semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati dalam setiap aktivitas,”ujarnya.
Wabup juga menginstruksikan para camat, lurah dan petinggi se-Kubar agar terus mengingatkan masyarakat di wilayah masing-masing untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau.
Melalui sinergi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, diharapkan potensi kebakaran maupun dampak lain akibat musim kemarau dapat diminimalkan sehingga keamanan, keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga. (KP6)

