KUTAI BARAT, PROKOPIM – Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani, S.PKP., M.Si., menghadiri Apel Sabuk Kamtibmas yang digelar Polres Kutai Barat di Lapangan Apel Polres Kutai Barat, Kamis (13/8/2026) pukul 08.00 WITA.
Apel mengusung tema “Guyub Rukun Benua Etam Bersatu Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” dan dipimpin langsung Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, S.I.K., M.I.K. Kegiatan turut dihadiri Ketua DPRD Kutai Barat Ridwai, S.H., Wakapolres Kompol Subari, S.Sos., M.H., Ketua Pengadilan Agama Kutai Barat Erick Aswandi, S.HI., M.HI., Forkopimda, PJU Polres, para Kapolsek jajaran, serta tamu undangan lainnya.
Peserta apel terdiri atas 10 pleton gabungan yang melibatkan Sat Samapta, staf Polres, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Satpam, Linmas, Banser, organisasi masyarakat, Pramuka, dan Duta Pancasila.
Dalam amanatnya, Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan menegaskan bahwa Apel Sabuk Kamtibmas merupakan wujud kepedulian dan komitmen bersama dalam menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Kutai Barat.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan ruang digital membuat suatu kejadian dapat dengan cepat berkembang menjadi keresahan bahkan konflik apabila tidak ditangani secara tepat dan cepat.
“Di era digital, sebuah kejadian bisa berkembang menjadi keresahan bahkan konflik jika tidak ditangani cepat. Untuk itu mari kita jadikan teladan ketertiban, tolak hoaks dan ujaran kebencian, utamakan musyawarah, aktifkan Satkamling, dan segera laporkan gangguan kamtibmas melalui 110,” tegasnya.
Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi serta terus menjaga kerukunan, baik di lingkungan tempat tinggal maupun di ruang digital. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang aman, tertib dan kondusif.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Sabuk Kamtibmas dan penandatanganan ikrar oleh seluruh peserta apel sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga keamanan, persatuan dan kerukunan di Benua Etam.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat guyub rukun dan persatuan terus terpelihara sehingga Kutai Barat tetap aman dan kondusif serta mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur. (KP36)

