KUTAI BARAT, PROKOPIM — Bupati Kutai Barat mengingatkan generasi muda agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan beradaptasi dengan berbagai perubahan, namun tetap berpegang teguh pada jati diri, adat, budaya, serta kearifan lokal.
Hal tersebut disampaikan Bupati dalam kegiatan Tutus Adat 2026 yang digelar Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat, Rabu (9/9/2026).
“Di tengah perkembangan zaman, kita tentu menginginkan generasi muda Kutai Barat yang maju dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Namun, kemajuan tersebut harus tetap memiliki akar yang kuat pada adat, budaya dan kearifan lokal,” kata Bupati.
Ia menegaskan, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai adat dan budaya daerah. Karena itu, kegiatan Tutus Adat diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah mempersiapkan generasi penerus, termasuk calon pemimpin adat di masa mendatang.
Bupati mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, menyerap pengetahuan dan pengalaman yang diberikan, serta menjadikannya sebagai bekal untuk menjaga dan meneruskan nilai-nilai luhur warisan para leluhur.
“Jadikan Tutus Adat ini sebagai ruang untuk belajar dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu menjaga serta meneruskan nilai-nilai luhur warisan leluhur,” pesannya.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mempertahankan identitas dan kekayaan budaya yang menjadi bagian penting dari jati diri Kutai Barat.(KP36)

