KUTAI BARAT, PROKOPIM — Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat untuk pertama kalinya menyelenggarakan Tutus Adat sebagai upaya menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat regenerasi pemimpin adat di Kabupaten Kutai Barat.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026, dan diikuti sebanyak 125 peserta dari berbagai wilayah di Kutai Barat.
Ketua Panitia Tutus Adat, Arkadius Elly, mengatakan kegiatan tersebut merupakan momentum bersejarah karena menjadi Tutus Adat pertama yang dilaksanakan oleh Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat sejak berdirinya Kabupaten Kutai Barat pada 1999.
“Ini adalah Tutus Adat yang pertama kali dilaksanakan oleh Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat. Sebelumnya kita pernah melaksanakan Tutus Massal yang diprakarsai Yayasan Rio Tinto beberapa puluh tahun yang lalu,” ujar Arkadius.
Ia menjelaskan, Tutus Adat mengusung tema “Menjaga Warisan Leluhur dan Memperkuat Regenerasi Pemimpin Adat di Kutai Barat.”
Menurutnya, tema tersebut memiliki makna penting dalam menjaga keberlangsungan adat istiadat di tengah masyarakat. Para calon pemimpin adat diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang semakin baik mengenai adat, sehingga hukum adat dapat terus hidup dan diterapkan di tengah masyarakat Tanaa Purai Ngeriman.
“Tutus Adat angkatan pertama ini diikuti 125 peserta. Peserta terbanyak berasal dari Kecamatan Mook Manaar Bulant, kemudian Sekolaq Darat dan Nyuatan,” jelasnya.
Arkadius menyampaikan, keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan tidak terlepas dari kerja sama, dukungan dan partisipasi berbagai pihak, termasuk para pemateri, narasumber serta guru adat yang telah hadir dan memberikan pengetahuan kepada seluruh peserta.
“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan perdana tersebut masih terdapat kekurangan maupun kesalahan.
“Mengingat kegiatan Tutus Adat ini baru pertama kali dilaksanakan, tentunya masih terdapat kekurangan. Untuk itu, selaku panitia pelaksana kami mohon maaf,” katanya.
Melalui pelaksanaan Tutus Adat ini, Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat diharapkan dapat terus mendorong pelestarian nilai-nilai adat dan budaya serta mempersiapkan generasi penerus pemimpin adat yang memahami, menjaga dan melaksanakan hukum adat di tengah masyarakat.(KP36)

