KUTAI BARAT, PROKOPIM — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus mendorong pelestarian adat dan budaya sekaligus memperkuat regenerasi pemimpin adat di daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin saat membuka Acara Tutus Adat Tahun 2026 di Taman Budaya Sendawar (TBS), Rabu (9/9/2026) pagi.

Kegiatan Tutus Adat 2026 mengangkat tema “Tutus Adat: Menjaga Warisan Leluhur, Memperkuat Regenerasi Pemimpin Adat di Kutai Barat.” pembukaan ditandai dengan oemukulan gong.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Erik Victory, jajaran kepala perangkat daerah, tokoh adat, peserta Tutus Adat, pimpinan perusahaan dan perbankan, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Frederick Edwin mengatakan Tutus Adat tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari proses pembelajaran, pembentukan karakter, dan pewarisan nilai-nilai adat kepada generasi penerus.

“Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal adat dan budaya, tetapi juga memahami nilai-nilai kepemimpinan, tata krama, tanggung jawab, kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan kepada orang tua dan para tetua adat,” ujarnya.

Menurutnya, regenerasi pemimpin adat merupakan hal penting untuk memastikan keberlangsungan adat dan keharmonisan masyarakat. Karena itu, diperlukan generasi penerus yang memiliki pengetahuan, karakter, integritas, serta kecintaan terhadap adat dan budaya.

Kepada para tokoh dan lembaga adat, Bupati mengajak untuk terus memberikan bimbingan serta membuka ruang yang luas bagi generasi muda untuk belajar dan terlibat dalam pelestarian adat dan budaya.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Barat juga berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian adat, seni, budaya dan kearifan lokal sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Bupati Frederick Edwin secara resmi membuka kegiatan Tutus Adat Tahun 2026. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama merawat adat, melestarikan budaya dan memperkuat persaudaraan.

“Mari kita rawat adat, lestarikan budaya, perkuat persaudaraan, dan bersama-sama membangun Kutai Barat yang Semakin Sejahtera, Aman, Adil, Merata, dan Beradat,” pungkasnya.(KP36)

Komentar dinonaktifkan.