KUTAI BARAT, PROKOPIM – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kutai Barat, Maria Christina Mozes Edwin, secara simbolis memimpin pelantikan dan pengukuhan Ketua TP PKK Kampung dan Kelurahan se-Kabupaten Kutai Barat, yang berlangsung di Gedung Aji Tulur Jejangkat, Kamis (20/8/2026) siang.
Pelantikan dan pengukuhan tersebut turut disaksikan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati H. Nanang Adriani, Sekretaris Daerah Erik Victory, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, camat, lurah, petinggi kampung, serta jajaran terkait.
Prosesi dilanjutkan dengan pemasangan pin PKK dan penandatanganan berita acara sebagai bagian dari pengukuhan kepengurusan TP PKK di tingkat kampung dan kelurahan.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Kutai Barat Maria Christina Mozes Edwin menyampaikan bahwa momentum pelantikan dan pengukuhan tersebut diharapkan menjadi awal yang baik sekaligus penyemangat bagi seluruh jajaran TP PKK dalam menjalankan gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.
“Semoga momentum ini menjadi awal penyemangat yang baik bagi gerakan PKK di kampung dan kelurahan,” ujarnya.
Maria Christina menjelaskan, TP PKK merupakan salah satu lembaga sosial kemasyarakatan yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan, khususnya dalam mengoptimalkan peran keluarga untuk membangun pemberdayaan dan ketahanan keluarga.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada para Ketua TP PKK Kampung dan Kelurahan merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.
“Dari sekian peran dalam hidup ini, Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat mendedikasikan diri dan hidup kita untuk masyarakat.
Karena itu, saya berharap kita semua dapat memberikan yang terbaik dalam bentuk kerja keras dan kerja nyata,” ungkapnya.
Ia menegaskan, gerakan PKK tidak boleh hanya terlihat dalam kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Sebagai mitra strategis pemerintah, TP PKK memiliki sasaran utama pada entitas sosial terkecil, yaitu keluarga.
“Keluarga merupakan cikal bakal lahirnya generasi penerus bangsa. Karena itu, saya membutuhkan kemauan, kemampuan, serta tekad yang kuat dan gigih dari seluruh jajaran,” tegasnya.
Maria Christina juga mengingatkan bahwa gerakan PKK merupakan bentuk pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh sebab itu, seluruh jajaran diharapkan menjalankan tugas dengan tulus, ikhlas, berdedikasi, dan tanpa pamrih.
Usai pelantikan, seluruh jajaran TP PKK akan segera merapatkan barisan untuk menyusun program kerja. Ia berharap setiap kelompok kerja mampu menghadirkan gagasan dan ide kreatif dengan berpedoman pada 10 Program Pokok PKK, sehingga program yang dilaksanakan dapat tepat sasaran dan tepat guna.
Lebih lanjut, ia menyoroti sejumlah isu pembangunan sumber daya manusia dan keluarga yang masih menjadi tantangan di Kutai Barat, antara lain penanganan stunting, penyakit menular seksual, pernikahan dini, pengentasan kemiskinan melalui pendidikan dan keterampilan, serta penguatan perekonomian masyarakat melalui sektor UMKM, UKM, dan usaha mikro.
“Kita harus menggali potensi setiap kampung, mengembangkan dan memajukan potensi tersebut menjadi sumber daya potensial yang menghasilkan,” katanya.
Untuk memperkuat pelaksanaan program, Maria Christina mendorong TP PKK Kampung dan Kelurahan memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan lembaga perbankan yang berada di wilayah masing-masing. Dukungan dapat dibangun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun kolaborasi lainnya untuk mendukung kegiatan PKK.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan data Dasawisma karena data tersebut merupakan akar rumput dalam pengembangan 10 Program Pokok PKK. Pengelolaan administrasi, pengumpulan data, dan penyampaian informasi harus dilakukan secara optimal agar menghasilkan data yang akurat, valid, solid, dan mutakhir.
“Perkuat data Dasawisma karena data ini merupakan akar rumput dari pengembangan 10 Program Pokok PKK,” jelasnya.
Maria Christina meminta pelaporan kegiatan dilakukan secara berjenjang mulai dari kampung dan kelurahan hingga kecamatan. Ia juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap gerakan PKK di setiap lini.
Ia mengakui bahwa penguatan kelembagaan dan administrasi PKK membutuhkan proses serta kerja bersama. Karena itu, seluruh jajaran diminta tidak ragu untuk bertanya dan membangun komunikasi secara berjenjang apabila menemukan kendala dalam pelaksanaan tugas.
“Jika ada yang belum dipahami, jangan malu bertanya. Semakin banyak bertanya akan membantu memperjelas keraguan atau ketidaktahuan,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Maria Christina mengajak seluruh pihak memberikan dukungan nyata terhadap gerakan PKK di Kabupaten Kutai Barat. Menurutnya, sinergitas menjadi kunci agar berbagai program yang telah disusun dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami tidak akan bisa melangkah sendirian. Sebagus apa pun program, jika tidak ada dukungan dari seluruh pihak, maka akan menjadi bias bahkan tidak berhasil karena tidak adanya sinergitas,” pungkasnya.
Ia kemudian menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Kutai Barat, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, para camat, lurah, petinggi kampung, lembaga perbankan, perusahaan, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung gerakan PKK.
Kepada seluruh Ketua TP PKK Kampung dan Kelurahan yang baru dikukuhkan, Maria Christina menyampaikan ucapan selamat bertugas dan mengajak seluruh jajaran untuk terus berkarya serta berdedikasi dalam mewujudkan keluarga yang berdaya, sejahtera, dan tangguh di Kabupaten Kutai Barat.
“Selamat bertugas kepada seluruh jajaran Tim Penggerak PKK Kampung dan Kelurahan. Semangatlah dalam berkarya dan berdedikasi. Hidup Jaya PKK, jaya, jaya, jaya,” tutupnya.(KP36)

