KUTAI BARAT, PROKOPIM – Maria Christina Mozes Edwin resmi dipercaya sebagai Ketua Perkumpulan Asosiasi Seni Kabupaten Kutai Barat. Pengukuhan dan pelantikan pengurus berlangsung di Gedung Aji Tulur Jejangkat, Sendawar, Senin (31/8/2026) pagi, oleh Bupati Kubar Frederick Edwin.

Usai dikukuhkan, Maria Christina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Kutai Barat beserta jajaran pemerintah daerah serta seluruh penggiat seni se-Kutai Barat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut.

Ia menegaskan, kehadiran Perkumpulan Asosiasi Seni Kabupaten Kutai Barat diharapkan menjadi wadah bagi para penggiat seni untuk berkarya sekaligus memperkuat keberadaan sanggar-sanggar seni di daerah.

“Sebagai mitra pembangunan, organisasi akan berfokus pada peningkatan, pengembangan, dan optimalisasi sanggar seni di Kutai Barat,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan media sosial membawa dampak positif maupun negatif terhadap dunia seni dan budaya. Di satu sisi, media sosial dapat menjadi sarana memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya Kutai Barat. Namun di sisi lain, derasnya pengaruh budaya luar turut memengaruhi minat generasi muda terhadap seni dan budaya lokal.

“Kecintaan masyarakat, khususnya kaum muda, terhadap pengembangan seni dan budaya lokal perlu terus kita tumbuhkan. Jangan sampai mereka lebih mengenal dan menyukai budaya luar dibandingkan seni budaya khas daerah sendiri,” katanya.

Maria Christina berharap organisasi yang dipimpinnya mampu mendorong kreativitas serta kaderisasi para penggiat seni dan budaya. Ia juga ingin potensi seni budaya Kutai Barat semakin dikenal, diterima, bahkan dikagumi oleh masyarakat luas.

Ia mengajak seluruh jajaran pengurus untuk menyatukan tekad dan langkah dalam menjalankan amanah organisasi. Menurutnya, keberadaan asosiasi merupakan peluang untuk mendedikasikan diri dalam pelestarian seni dan budaya sebagai identitas serta warisan leluhur.

“Kepada seluruh sanggar seni, penggiat seni budaya dan pecinta seni, saya berharap dapat mendukung dan mengoptimalkan peran serta fungsi keberadaan kami. Karena sejatinya kami hadir demi keberlangsungan seni dan budaya Kutai Barat,” tuturnya.

Ia menambahkan, pelestarian seni dan budaya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sanggar seni, pelaku seni, dunia pendidikan, masyarakat, serta generasi muda agar seni dan budaya Kutai Barat tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Maria Christina juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembentukan hingga pelaksanaan pelantikan Perkumpulan Asosiasi Seni Kabupaten Kutai Barat.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menyertai dan memampukan kita dalam melaksanakan amanah untuk melestarikan seni dan budaya yang merupakan identitas, kebanggaan, dan warisan dari nenek moyang kita,” pungkasnya.(KP36)

Komentar dinonaktifkan.