KUTAI BARAT, PROKOPIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyalurkan bantuan sebanyak 100.000 pcs masker kepada masyarakat sebagai langkah perlindungan terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Barat
Penyerahan bantuan masker tersebut dilaksanakan di Gedung Aji Tulur Jejangkat, Kantor Bupati Kubar, Rabu (2/9/2026)pagi, dan secara simbolis diserahkan kepada perwakilan 16 camat, 13 Koramil dan 11 Polsek se-Kabupaten Kutai Barat untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan, bantuan masker merupakan bentuk kepedulian dan langkah cepat pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap.
“Sebagaimana kita ketahui bersama, saat ini Kabupaten Kutai Barat menghadapi kondisi kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada sejumlah wilayah. Karhutla telah terjadi di 13 kecamatan dengan wilayah terdampak mencapai 63 kampung,” ujar Bupati.
Menurutnya, kabut asap yang menyebar di sejumlah wilayah perlu menjadi perhatian bersama karena dapat menurunkan kualitas udara dan berpotensi mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat.
Bupati juga mengingatkan agar perhatian lebih diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki kerentanan terhadap gangguan pernapasan.
“Bantuan masker ini akan disalurkan kepada masyarakat melalui 16 Camat, 13 Koramil dan 11 Polsek. Saya berharap bantuan ini dapat segera didistribusikan secara tepat sasaran, terutama kepada seluruh masyarakat,” katanya.
Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa pembagian masker bukan satu-satunya langkah yang harus dilakukan. Upaya pengendalian dan pencegahan karhutla harus terus diperkuat secara bersama-sama.
“Kita juga harus melakukan langkah nyata untuk mengendalikan karhutla, mengurangi dampak kabut asap dan mencegah terjadinya kebakaran kembali,” tegasnya.
Ia berharap bantuan 100.000 pcs masker tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan membantu menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap masih terjadi.
“Mari bersama kita cegah karhutla, kita jaga lingkungan, kita jaga kesehatan, dan kita lindungi masyarakat Kutai Barat,” pungkasnya.(KP36)

