KUTAI BARAT, PROKOPIM — Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Kutai Barat menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Barat.
Melalui gerakan GEMAS (Gerakan Berbagi Masker Bersama): PDGI Peduli Asap, PDGI Cabang Kutai Barat melaksanakan aksi kemanusiaan selama 1–3 September 2026.

Kegiatan tersebut mengusung semangat “DEKAT di H.A.T.I.”, yakni Harmonis, Amanah, Tulus dan Inovatif.

Ketua PDGI Cabang Kutai Barat, drg. Fitri Mitha Donna, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran tenaga kesehatan untuk membantu masyarakat menghadapi risiko kesehatan akibat paparan asap.

“Gerakan ini merupakan bentuk kepedulian PDGI Cabang Kutai Barat terhadap kesehatan masyarakat di tengah paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Barat,” ujarnya.

GEMAS dilaksanakan melalui kolaborasi PDGI Cabang Kutai Barat, Koramil 0912-08 Muara Lawa, dan Badan Pengurus Daerah GKII DMKB Kutai Barat.
Aksi pembagian masker sekaligus edukasi kesehatan dilaksanakan di sejumlah titik, yakni Tugu THD Melak, Simpang Tiga Pemkab Kutai Barat di Barong Tongkok, Bundaran Tugu Linggang Bigung, POM Linggang Bigung, serta Depan Kantor Koramil 0912-08 Muara Lawa.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan diri ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat diimbau menggunakan masker secara tepat saat berada di lingkungan berasap, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, menjaga kondisi tubuh dan kecukupan cairan, serta segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan yang semakin berat.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan maupun penyakit kronis.

drg. Fitri Mitha Donna menegaskan, peran dokter gigi tidak hanya berhenti pada pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Dalam kondisi masyarakat membutuhkan dukungan, tenaga kesehatan juga harus mampu hadir memberikan manfaat secara lebih luas.

“Ketika masyarakat membutuhkan, profesi harus hadir. GEMAS bukan sekadar gerakan membagikan masker. Di balik setiap masker terdapat pesan bahwa masyarakat tidak menghadapi keadaan ini sendirian,” tegasnya.

Menurutnya, melalui semangat DEKAT di H.A.T.I., PDGI Kutai Barat ingin terus hadir bersama masyarakat dengan mengedepankan kebersamaan, tanggung jawab, ketulusan dalam pelayanan, serta inovasi dalam menghadirkan perubahan.
PDGI Cabang Kutai Barat juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh dokter gigi anggota PDGI Cabang Kutai Barat, khususnya para PIC dokter gigi di setiap lokasi kegiatan, yang telah memberikan waktu, tenaga, pemikiran dan kontribusi sehingga GEMAS dapat terlaksana.

Apresiasi juga diberikan kepada Komandan Koramil 0912-08 Muara Lawa beserta jajaran, serta Ketua BPD GKII DMKB Kutai Barat beserta seluruh jajaran, atas dukungan dan kolaborasi dalam kegiatan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan GEMAS menjadi gambaran bahwa persoalan kesehatan dan kemanusiaan membutuhkan kebersamaan lintas profesi dan institusi.
Tenaga kesehatan bergerak. TNI bergerak. Gereja bergerak. Masyarakat bergerak. Kutai Barat bergerak bersama.

Melalui gerakan tersebut, PDGI Cabang Kutai Barat berharap kesadaran masyarakat untuk melindungi kesehatan selama periode paparan asap semakin meningkat, sekaligus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial di Tanaa Purai Ngeriman.

Gerakan Berbagi Masker Bersama, PDGI Peduli Asap
“Satu Masker, Satu Kepedulian, Satu Gerakan untuk Kutai Barat.”
PDGI CABANG KUTAI BARAT
DEKAT di H.A.T.I. — Harmonis • Amanah • Tulus • Inovatif
“Dari Profesi untuk Negeri, dari H.A.T.I. untuk Tanaa Purai Ngeriman.”(KP36).

Komentar dinonaktifkan.