KUTAI BARAT, PROKOPIM – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menerima audiensi jajaran TNI dalam rangka penyuluhan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatera, bertempat di Kutai Barat, Selasa (1/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Frederick Edwin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI dan Polri atas sinergitas, partisipasi aktif serta dukungan dalam membantu Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menghadapi berbagai persoalan pembangunan, termasuk situasi karhutla yang melanda wilayah tersebut.

“Selaku kepala daerah, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mitra pemerintah, dalam hal ini unsur TNI dan Polri, atas sinergitas, partisipasi aktif dan sumbangsih dalam berbagai persoalan pembangunan, salah satunya situasi karhutla yang mendera wilayah Kutai Barat,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan, bencana karhutla di Kabupaten Kutai Barat telah terjadi sejak 9 Juli 2026. Dari 16 kecamatan, 190 kampung dan 4 kelurahan yang ada, karhutla telah melanda 63 kampung yang berada di 10 kecamatan dengan total luasan lahan mencapai 578,4 hektare.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup memprihatinkan karena dampaknya tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Asap akibat karhutla dirasakan secara merata oleh warga di 16 kecamatan di Kabupaten Kutai Barat.

“Kami menyadari bahwa kami penuh keterbatasan. Dalam mengatasi persoalan ini membutuhkan kerja sama dan sinergitas,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Bupati Frederick Edwin memohon dukungan jajaran TNI dan Polri untuk terus mengoptimalkan peran dan fungsi dalam membantu Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengatasi persoalan karhutla.

Dalam audiensi tersebut, turut hadir Ketua Pasis Sesko TNI Kolonel Infanteri I Putu Tangkas Wirataman, S.IP, Ketua Tim Penyuluh Karhutla Kolonel Tek Jones Hutajulu, Kapolres Kutai Barat, Dandim 0912/Kutai Barat, Sekretaris Daerah Kutai Barat, para asisten, staf ahli serta kepala perangkat daerah terkait penanganan karhutla.

Bupati berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI dan Polri dapat terus diperkuat sehingga penanganan karhutla dapat dilakukan secara optimal. Ia juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi jajaran TNI dan Polri yang telah diberikan bagi Kabupaten Kutai Barat.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menyertai dan memampukan kita demi terwujudnya Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Dandim 0912/Kbr Letkol Inf Doni Fransisco menyampaikan bahwa kehadiran Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dan Pasis Sesko TNI di Kutai Barat bertujuan untuk melihat kondisi nyata di lapangan sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan.

“Kami berharap kehadiran tim ini membawa dampak positif bagi Kutai Barat dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah Karhutla,” ujar Dandim.

Sementara itu, Kolonel Tek Jones Hutajulu menyampaikan bahwa Tim Penyuluh bergerak berdasarkan instruksi Presiden RI melalui Panglima TNI dalam mendukung penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan. Tim selanjutnya akan turun langsung ke wilayah-wilayah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan serta pentingnya pencegahan(KP36).

Komentar dinonaktifkan.