KUTAI BARAT,PROKOPIM – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin membuka secara resmi Pentas Seni “Pesona Seni Sendawar Tahun 2026” yang digelar di UPT Taman Budaya Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, Sabtu (5/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para seniman, sanggar seni, komunitas dan generasi muda Kutai Barat untuk berekspresi, berkarya sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Frederick Edwin menyampaikan apresiasi kepada Perkumpulan Asosiasi Seni Kabupaten Kutai Barat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata, UPT Taman Budaya Sendawar, para seniman, sanggar seni, komunitas serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, seni dan budaya merupakan bagian penting dari identitas dan jati diri masyarakat Kutai Barat. Kekayaan seni, tradisi dan kreativitas masyarakat harus terus dilestarikan agar tidak hilang ditengah perkembangan zaman.
“Pesona Seni Sendawar menjadi wadah bagi para seniman, sanggar, komunitas dan generasi muda untuk berekspresi, berkarya dan menampilkan berbagai potensi seni dan budaya yang kita miliki,” ujarnya.
Bupati mengungkapkan, saat ini terdapat sebanyak 99 sanggar seni yang aktif di Kabupaten Kutai Barat, belum termasuk sanggar-sanggar yang masih dalam tahap perkembangan. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi dan kreativitas seni yang dimiliki daerah.
Ia berharap keberadaan sanggar dan komunitas seni tersebut terus mendapatkan ruang untuk berkembang, sehingga mampu melahirkan karya-karya kreatif sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Kutai Barat.
Frederick Edwin juga menyampaikan empat pesan penting. Pertama, menjadikan Pesona Seni Sendawar sebagai wadah apresiasi dan ekspresi bagi para seniman dan generasi muda.
Kedua, melestarikan seni dan budaya daerah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana promosi dan memperkenalkan kekayaan budaya Kutai Barat kepada masyarakat yang lebih luas.
Ketiga, memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, seniman, sanggar, komunitas, sekolah, masyarakat dan dunia usaha dalam menciptakan ruang-ruang kreatif.
“Keempat, saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pesona Seni Sendawar hendaknya dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, baik mingguan, bulanan maupun tahunan,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya menghidupkan UPT Taman Budaya Sendawar sebagai ruang publik yang aktif untuk berbagai kegiatan seni dan budaya.
Ke depan, ia berharap Pesona Seni Sendawar dapat berkembang menjadi salah satu event seni dan budaya unggulan Kabupaten Kutai Barat, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya dan mendukung perkembangan ekonomi kreatif daerah.
“Semoga kegiatan ini mampu menjadi ruang pertemuan bagi berbagai bentuk kesenian dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Barat, sehingga semakin banyak potensi lokal yang dapat kita kenalkan, kembangkan dan lestarikan bersama,” harapnya.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berkomitmen mendukung pelestarian seni dan budaya daerah sebagai bagian dari pembangunan manusia yang berbudaya, kreatif dan memiliki rasa bangga terhadap daerahnya.
“Semoga Pesona Seni Sendawar Tahun 2026 menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya daerah, memperkuat identitas masyarakat Kutai Barat, serta membuka ruang yang lebih luas bagi para seniman dan generasi muda untuk terus berkarya,” pungkasnya.
Bupati Frederick Edwin kemudian secara resmi membuka kegiatan Pentas Seni “Pesona Seni Sendawar Tahun 2026” yang dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya di UPT Taman Budaya Sendawar.(KP36/17)

