KUTAI BARAT,PROKOPIM — Bupati Kutai Barat Frederick Edwin bersama Wakil Bupati H. Nanang Adriani mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah dengan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan perizinan berusaha pemanfaatan hutan melalui Zoom Meeting bersama Kementerian terkait penanganan Karhutla, Senin (7/9/2026) siang.

Rakor tersebut berlangsung di Kantor Bupati Kutai Barat, Aji Tulur Jejangkat. Bupati dan Wakil Bupati didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan perusahaan mengikuti jalannya rakor dengan seksama, terutama paparan dan arahan yang disampaikan Pemerintah Pusat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan perusahaan dalam pengelolaan wilayah, khususnya yang berkaitan dengan Karhutla, pemanfaatan hutan, perizinan berusaha serta tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Usai mengikuti rakor, Bupati Frederick Edwin juga menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat Kutai Barat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terlebih di tengah kondisi kemarau dan ancaman kabut asap.

Bupati meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan api dan berkembang menjadi kebakaran yang tidak terkendali.

“Mari kita segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada pihak yang berwenang. Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama,” imbau Bupati.

Menurutnya, upaya pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, perusahaan hingga masyarakat. Kewaspadaan dan respons cepat terhadap munculnya titik api dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas.

Bupati juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan di Kabupaten Kutai Barat agar terhindar dari kebakaran. Selain merusak lingkungan, Karhutla dapat menimbulkan kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan serta mengganggu aktivitas masyarakat.

“Mari kita jaga lingkungan kita bersama. Jangan sampai kelalaian menyebabkan kebakaran yang berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan Kutai Barat,” pungkasnya.(KP36)

Komentar dinonaktifkan.