SENDAWAR, Prokopim – Potensi pariwisata Kutai Barat tak cukup hanya mengandalkan kekayaan alam dan budaya. Kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci agar sektor tersebut mampu tumbuh sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
Hal itu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pariwisata melaksanaan Pelatihan Barista Coffee, Receptionist, serta Room Attendant Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026, yang dibuka langsung oleh Sekda Kubar di Vintage Corner Cafe, Barong Tongkok, Selasa (8/9) pagi.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Erik Victory, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Plt Kepala Dinas Pariwisata Kubar beserta jajaran, dan narasumber bidang pariwisata dan perhotelan, beserta kurang lebih 70 peserta, diri dari 35 peserta Pelatihan Barista Coffee dan 35 Pelatihan Receptionist dan Room Attendant.
Dalam sambutan tertulis Bupati Kubar Fredrick Edwin, yang di sampaikan SekdaKab Erik Victory, menegaskan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan salah satu pilar penting dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
Menurutnya, Kubar memiliki modal besar berupa kekayaan alam dan kebudayaan. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang maksimal tanpa dukungan SDM yang profesional, terampil, dan memiliki daya saing.
“Potensi yang kita miliki tidak akan berkembang secara optimal tanpa didukung sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi Dinas Pariwisata Kubar yang menggelar pelatihan tersebut. Menurutnya, barista, receptionist, hingga room attendant merupakan bagian penting dalam rantai industri pariwisata.
Mereka menjadi garda terdepan yang berhadapan langsung dengan wisatawan. Karena itu, keterampilan, keramahan, kebersihan, serta kualitas pelayanan akan ikut menentukan citra pariwisata Kutai Barat.
Khusus peserta pelatihan barista, Erik mendorong agar keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada kemampuan meracik dan menyajikan kopi. Lebih jauh, kopi dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif sekaligus sarana memperkenalkan produk lokal.
“Kopi bukan lagi sekadar minuman, melainkan gaya hidup dan komoditas ekonomi kreatif yang bernilai tinggi. Kuasailah teknik penyajian yang baik agar dapat mengangkat cita rasa produk lokal kita ke kancah yang lebih luas,” pesannya.
Sementara bagi peserta receptionist dan room attendant, ia menekankan pentingnya pelayanan yang ramah dan profesional. Sebab, pengalaman pertama wisatawan ketika datang dan selama menginap dapat menjadi kesan yang menentukan.
“Saudara sekalian adalah representasi awal dari keramahan Kutai Barat. Kenyamanan, kebersihan, serta pelayanan yang prima akan memberikan kesan mendalam bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Tanaa Purai Ngeriman,” tegasnya.
Erik juga meminta seluruh peserta memanfaatkan pelatihan dengan serius. Ilmu dan pengalaman dari para instruktur diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membuka peluang usaha maupun lapangan pekerjaan.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendukung program pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Serap ilmu sebanyak mungkin, tingkatkan keterampilan dan bangun jejaring yang positif untuk memajukan usaha serta industri pariwisata di Kubar,” pungkasnya.
Pelatihan ini sekaligus menjadi langkah untuk memastikan pertumbuhan pariwisata Kutai Barat tidak hanya berbicara mengenai destinasi, tetapi juga kesiapan orang-orang yang berada di balik pelayanan. Dengan SDM yang semakin terampil dan profesional, potensi pariwisata di Tanaa Purai Ngeriman diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah dan masyarakat,”tutup Erik.(KP17)

