KUTAI BARAT, PROKOPIM – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin secara resmi menutup Kompetisi Piala Soeratin U-13 dan U-15 Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 di Stadion Swalas Gunaaq, Rabu (26/8/2026) sore.
Kompetisi tersebut menjadi salah satu wadah penting dalam pembinaan sekaligus penjaringan talenta muda sepak bola di Kabupaten Kutai Barat.
Dalam sambutannya, Bupati Frederick Edwin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada ASKAB PSSI Kutai Barat, panitia pelaksana, pelatih, official, wasit, para sponsor dan donatur, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi.
“Kompetisi Piala Soeratin U-13 dan U-15 merupakan event resmi PSSI yang tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi pra-kompetisi menuju Piala Soeratin tingkat Provinsi hingga tingkat Nasional,” ujar Bupati.
Menurutnya, kompetisi tersebut memiliki arti penting dalam menjaring dan mempersiapkan talenta-talenta muda sepak bola terbaik dari Kutai Barat. Ia berharap dari ajang ini akan lahir pemain muda yang memiliki kemampuan, disiplin, sportivitas, serta mental juara untuk mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.
Kepada para pemain muda, Bupati berpesan agar menjadikan kompetisi sebagai pengalaman berharga. Menang dan kalah, menurutnya, merupakan bagian dari olahraga. Hal terpenting adalah terus berlatih, menjaga disiplin, menjunjung tinggi sportivitas, serta menghormati lawan dan keputusan wasit.
“Jadikan kompetisi ini sebagai pengalaman berharga. Menang dan kalah merupakan bagian dari olahraga. Yang terpenting adalah terus berlatih, menjaga disiplin, menjunjung tinggi sportivitas, serta menghormati lawan dan keputusan wasit,” pesannya.
Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berkomitmen mendukung kegiatan pembinaan olahraga usia dini sebagai wadah untuk menyalurkan bakat, minat, dan semangat generasi muda dalam berolahraga.
Kepada tim yang berhasil meraih juara, Frederick Edwin mengucapkan selamat dan sukses. Ia meminta kemenangan tersebut tidak membuat para pemain cepat berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan. Sementara bagi tim yang belum berhasil, ia berpesan agar tidak berkecil hati dan terus berlatih untuk meraih prestasi pada kesempatan berikutnya.
Lebih lanjut, Bupati berharap Kompetisi Piala Soeratin di Kutai Barat dapat menjadi agenda rutin setiap tahun dengan dukungan dan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, ASKAB PSSI, sekolah sepak bola, klub, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Mari kita bersama-sama membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan, sehingga Kutai Barat mampu melahirkan generasi muda yang sehat, berprestasi, berkarakter, dan mampu bersaing hingga tingkat nasional,” ajaknya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Frederick Edwin secara resmi menyatakan Kompetisi Piala Soeratin U-13 dan U-15 Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 ditutup. Ia berharap penyelenggaraan kompetisi ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola daerah sekaligus menjadi langkah awal bagi munculnya bibit-bibit pesepakbola muda potensial dari Kutai Barat.
Sementara itu, Ketua ASKAB PSSI Kutai Barat Teddy Rakhmat menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kompetisi, khususnya para pemain, pelatih, SSB, orang tua dan wali pemain.
Ia mengungkapkan, Piala Soeratin U-13 dan U-15 tahun ini merupakan penyelenggaraan yang telah dilaksanakan dua tahun berturut-turut.
Menurutnya, dukungan orang tua dan wali sangat penting karena telah memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berkembang melalui sepak bola.
“Yang saya banggakan adalah orang tua dan wali dari anak-anak kita yang bisa berjuang sampai hari ini. Saya mengapresiasi setinggi-tingginya,” katanya.
Teddy menyampaikan, pada kategori U-13, juara 1 Azelin Soccer, juara 2 Manarung, juara 3 Persimuja, juara 4 jaya prana.
Sementara pada kategori U-15, Manarung keluar sebagai juara pertama dan Neo Felis menempati posisi kedua, Juara 3 PSG Muara Gusik, juara 4 Delerium Muara Tae.Kompetisi tahun ini diikuti 13 tim untuk kategori U-13 dan 17 tim untuk kategori U-15.
Teddy menjelaskan, pembinaan pemain harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan. Para pemain U-15 saat ini sebelumnya merupakan pemain yang berlaga di kelompok U-13. Karena itu, menurutnya, tahun depan mereka harus dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi kelompok usia U-17.
“Harapan saya kepada para pelatih, ketika anak-anak yang ada di hadapan kita ini semakin naik tingkatannya, regenerasi di bawahnya harus tetap berlanjut. Mulai dari umur 12, 11, 10, hingga 9 tahun,” ujarnya.
Ia menyebut, ASKAB PSSI Kutai Barat juga akan berupaya membangun kerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk mengembangkan kompetisi kelompok usia yang lebih muda. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan regenerasi pemain tetap berjalan.
“Print biru kita sudah kelihatan. Di 2030, mereka-mereka inilah yang akan mengisi skuad tim Kutai Barat. Ini output dari Piala Soeratin yang kita laksanakan,” jelasnya.
Teddy juga menyampaikan kabar membanggakan dari proses penjaringan pemain muda oleh Borneo FC. Dari sekitar 500 anak yang mendaftar, sebanyak tujuh pemain muda asal Kutai Barat pada kelompok usia 12 dan 13 tahun dinyatakan diterima untuk bergabung dalam pembinaan Borneo FC.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kita dan menunjukkan bahwa pembinaan yang kita lakukan mulai memberikan hasil,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Frederick Edwin yang telah memberikan dukungan, termasuk bantuan uang pembinaan bagi para peserta dan juara. Teddy mengakui bahwa kondisi pembiayaan menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan kompetisi, namun dukungan pemerintah daerah menjadi penyemangat bagi ASKAB PSSI untuk terus menjalankan program pembinaan.
Selain itu, ia memberikan apresiasi kepada Ketua KONI Kutai Barat serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Barat atas dukungan terhadap pelaksanaan kompetisi.
Teddy berharap ke depan sarana dan prasarana olahraga, khususnya stadion dan lapangan sepak bola, semakin baik sehingga penyelenggaraan kompetisi dapat ditingkatkan, termasuk memungkinkan pertandingan digelar pada malam hari.
“Dua hari ke depan kami sudah mulai lagi masuk TC. Ini bagian dari proses pembinaan dan persiapan untuk tahapan berikutnya,” tambahnya.
Senada, Ketua KONI Kutai Barat Alsiyus menyatakan KONI Kubar siap terus membantu ASKAB PSSI dalam menyelenggarakan kompetisi dan pembinaan sepak bola, termasuk Piala Soeratin kelompok usia U-17 pada tahun mendatang.
“KONI Kubar terus siap membantu PSSI untuk menyelenggarakan Soeratin usia 17 yang akan datang. Kita akan berupaya mencari donatur, mencari dana, dan kalau perlu kita patungan. Itu semangat yang harus kita kedepankan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh cabang olahraga di Kutai Barat untuk terus meningkatkan persiapan dan melaksanakan training center di cabang olahraga masing-masing menjelang keikutsertaan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Paser.
Alsiyus turut menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kutai Barat Frederick Edwin yang dinilai konsisten memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga, termasuk pelaksanaan Piala Soeratin U-13 dan U-15.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Kutai Barat yang selalu men-support kegiatan olahraga, termasuk Turnamen Soeratin U-13 dan U-15,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan Piala Soeratin U-13 dan U-15 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama ASKAB PSSI dan KONI terus mendorong terbentuknya sistem pembinaan sepak bola yang berkelanjutan. Kompetisi ini diharapkan menjadi bagian dari proses panjang dalam melahirkan pesepakbola muda Kutai Barat yang berprestasi dan mampu membawa nama daerah hingga tingkat nasional.(KP36)

