KUTAI BARAT, PROKOPIM — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai dukungan sarana, prasarana dan bantuan kepada kelompok tani serta pelaku usaha pertanian.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani, didampingi istri Dewi Hairiah, Kepala Dinas Pertanian Alexander Samson dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Rion, di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tering, Selasa (8/9) pagi.

Sejumlah bantuan yang diserahkan meliputi pembukaan Jalan Usaha Tani Meaq Pepas bagi Kelompok Tani Maju Bersama Kampung Kelubag sepanjang 2.693 meter dengan lebar 6 meter. Selanjutnya bantuan 15 ekor sapi kepada Kelompok Tani Jiq Kedap Kampung Tering Lama Ulu.

Pemkab Kubar juga menyerahkan pembeku getah karet sebanyak 600 liter kepada Kelompok Tani Fajar Karya Bakti Kampung Linggang Banjar Rejo, bantuan telenan bagi pelaku usaha penjualan daging kepada perwakilan penerima Rosalinda, serta bantuan benih jagung hibrida NK sebanyak 150 kilogram dan pupuk NPK 400 kilogram kepada Kelompok Tani Kakao Tala Lestari Kampung Linggang Mujan.

Wakil Bupati H. Nanang Adriani berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat berdasarkan prioritas pembangunan pertanian di daerah.

“Pembangunan pertanian tidak hanya melalui satu jenis intervensi, tetapi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan sarana produksi, dukungan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, pengembangan komoditas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan petani hingga peningkatan akses dan kemampuan usaha masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat Alexander Samson menegaskan komitmen pihaknya untuk terus hadir dan mendampingi para petani serta pelaku usaha pertanian.

Ia menyampaikan, keberhasilan pembangunan pertanian membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Keberadaan BPP yang semakin lengkap diharapkan dapat memperkuat proses identifikasi kebutuhan petani di lapangan, sehingga aspirasi dan berbagai permasalahan dapat dihimpun secara lebih terarah sebagai bahan penyusunan program dan penetapan prioritas pembangunan pertanian.

“Dinas Pertanian berkomitmen untuk terus hadir dan mendampingi para petani. Namun, pembangunan pertanian bukan hanya tugas pemerintah, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh stakeholder,” jelasnya.

Camat Tering Yosef Ngau turut menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program pembangunan pertanian di Kecamatan Tering. Ia berharap sinergi antara pemerintah, petani dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat demi kemajuan sektor pertanian di wilayah Tering. (KP36)

Komentar dinonaktifkan.