KUTAI BARAT, PROKOPIM — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mendorong para penyuluh pertanian untuk lebih aktif turun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat, khususnya para petani di setiap kampung.
Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani mengatakan, penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai penghubung antara program dan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat di bidang pertanian.
“Penyuluh harus terjun langsung ke lapangan menemui masyarakat yang ingin berkonsultasi tentang pertanian. Kita harus belajar dan memahami apa yang dibutuhkan masyarakat,” kata Wabup.
Menurutnya, penyuluh harus mampu menjadi tempat masyarakat menyampaikan berbagai persoalan atau “curhat” terkait budidaya maupun pengembangan pertanian. Dengan demikian, permasalahan yang dihadapi petani dapat diketahui secara langsung dan dicarikan solusi yang tepat.
“Penyuluh harus siap menjadi tempat curhat tentang budidaya dan pengembangan pertanian di setiap kampung,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kutai Barat Alexander Samson menilai kemajuan teknologi komunikasi memang memberikan kemudahan dalam berkoordinasi, namun tidak dapat sepenuhnya menggantikan interaksi langsung antara penyuluh dan petani.
“Kita sekarang berada di era telekomunikasi yang canggih. Kita bisa saja melakukan Zoom meeting, tetapi Zoom meeting bukanlah segala-galanya,” tuturnya.
Ia mencontohkan pengalaman pembelajaran matematika melalui Zoom meeting yang menurutnya kurang efektif dibandingkan proses pembelajaran secara langsung.
“Untuk penyuluh, tetap harus ada interaksi antara penyuluh dan para petani secara langsung. Apa yang menjadi masalah pertanian, dengan adanya interaksi langsung, pemecahan masalah dapat berjalan lebih baik,” jelas Alexander.
Karena itu, menurutnya, keberadaan penyuluh pertanian sangat penting dalam mendukung peningkatan sektor pertanian di Kutai Barat. Penyuluh tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi pendamping sekaligus penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan nyata petani di lapangan.
Keberadaan penyuluh dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) diharapkan mampu membantu petani dalam mengakses teknologi pertanian, meningkatkan produktivitas, memperkuat kelembagaan petani, mengembangkan usaha pertanian, serta menghadapi berbagai tantangan dalam kegiatan pertanian.
Dengan pendekatan yang lebih aktif dan dekat dengan masyarakat, penyuluh diharapkan dapat memberikan pendampingan yang tepat sehingga berbagai program pemerintah di bidang pertanian benar-benar memberikan manfaat dan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kutai Barat.(KP36)

