SAMARINDA, Prokopim– Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus mendorong kepastian tata ruang dan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya membuka peluang investasi di daerah.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kubar Erik Victory mengatakan, saat ini Pemkab Kubar tengah melakukan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan masih menunggu pembahasan lintas sektor bersama kementerian terkait.

“RTRW saat ini sedang kita revisi dan masih menunggu pembahasan lintas sektor dengan kementerian,”ujar Erik pada High Level Meeting Regional Investor Relations Unit (HLM RIRU) Kaltim 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltim, Samarinda, Rabu (16/9/2026).

Selain RTRW, Pemkab Kubar juga tengah memproses sejumlah proyek investasi. Salah satunya IPRO pembangunan pabrik karet dan peternakan di Muara Barong, Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak.

Erik menjelaskan, salah satu kendala proyek tersebut berkaitan dengan status penguasaan lahan sekitar 10 hektare yang masih merupakan hak milik masyarakat. Namun, proses penyelesaiannya tetap berjalan.

“Kita masih berproses. Mudah-mudahan sesuai situasi dan keadaan bisa kita selesaikan,”katanya.

Sementara itu, pra-feasibility study (Pra-FS) pengembangan kawasan wisata Gunung Es di Kampung Lakan Bilem, Kecamatan Nyuatan, juga terus berjalan. Menurut Erik, salah satu kendala yang masih dihadapi adalah ketersediaan listrik di kawasan tersebut.

“Pra-FS sudah berproses. Tinggal listriknya. Kita punya konteks dan segala macam, tetapi listrik di lokasi sekitar tiga hektare itu saat ini masih belum ada,”jelasnya.

Di sisi lain, Pemkab Kubar menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kaltim atas dukungan terhadap pembangunan infrastruktur. Erik menyebut kondisi infrastruktur, khususnya jalan, menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung masuknya investasi ke Kubar.

“Kami berterima kasih kepada Pemprov Kaltim, khususnya Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji beserta jajarannya yang sangat membantu Kabupaten Kutai Barat dalam pembangunan infrastruktur,”ujarnya.

Mulai 2027 hingga 2029, Pemkab Kubar juga menyiapkan 22 kegiatan multiyears yang bergerak pada pembangunan infrastruktur dasar, konstruksi jalan, hingga kelanjutan pembangunan Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ).

Jembatan ATJ dinilai memiliki peran strategis karena menghubungkan Kecamatan Melak dengan Kecamatan Mook Manaar Bulatn. Selanjutnya, konektivitas tersebut terhubung menuju Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Jembatan Martadipura, hingga Samarinda. Di sisi lain, akses tersebut juga membuka konektivitas menuju wilayah Kabupaten Kutai Timur.

Erik mengakui kondisi fiskal saat ini menjadi tantangan dalam percepatan pembangunan. Namun, Pemkab Kubar tetap berupaya menyelesaikan program tersebut sekaligus berharap dukungan Pemprov Kaltim.

“Walaupun kondisi fiskal saat ini seperti ini, kita berusaha menyelesaikan dan mengharapkan bantuan dari Pemprov Kaltim. Ini juga salah satu syarat agar investasi bisa masuk ke Kabupaten Kubar,”tegasnya.

Dengan dukungan infrastruktur jalan yang memadai serta konektivitas Jembatan ATJ, Pemkab Kubar berharap keterisolasian wilayah dapat terus dikurangi, waktu tempuh masyarakat menuju Samarinda maupun sebaliknya semakin singkat, dan pemerataan ekonomi antarwilayah dapat semakin berkembang. (KP6)

Komentar dinonaktifkan.