KUTAI BARAT– Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-XII Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si, di Kabupaten Kutai Barat, Kamis (23/7/2026)malam.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat yang telah sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan TTG XII. Menurutnya, selama empat hari pelaksanaan kegiatan, seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, meriah, dan menjadi wadah lahirnya berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, seluruh panitia, dewan juri, narasumber, pendamping, dan semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan Gelar TTG ke-XII ini,” ujar Seno Aji.
Ia menegaskan, berbagai karya yang ditampilkan selama pelaksanaan TTG membuktikan bahwa inovasi tidak hanya lahir dari laboratorium modern atau kota-kota besar. Banyak teknologi tepat guna justru berasal dari desa, hasil kreativitas petani, nelayan, pelaku UMKM, pengrajin, hingga masyarakat yang mampu menciptakan solusi atas persoalan sehari-hari.
Menurutnya, esensi teknologi tepat guna bukan terletak pada kecanggihannya, melainkan pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong pembangunan yang dimulai dari desa. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif akan berkembang lebih cepat apabila didukung inovasi dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Wagub juga menekankan bahwa Gelar TTG tidak boleh berhenti sebagai ajang perlombaan maupun pameran inovasi semata. Kegiatan ini harus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat agar teknologi yang dihasilkan dapat diterapkan secara luas serta memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah.
Di tengah transformasi pembangunan Kalimantan Timur, lanjutnya, inovasi berbasis teknologi tepat guna memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas masyarakat, memperkuat ekonomi desa, mengembangkan UMKM, mendukung ketahanan pangan, hingga mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Ia berharap semakin banyak inovasi yang tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi sehingga mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Seno Aji turut mengucapkan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih penghargaan dan memberikan motivasi kepada peserta lainnya agar terus berkarya dan berinovasi.
“Kepada yang belum memperoleh penghargaan, jangan berkecil hati. Teruslah berinovasi dan persiapkan diri untuk Gelar TTG tahun depan. Kehadiran Bapak dan Ibu dalam kegiatan ini merupakan bukti semangat untuk terus berkarya,” pesannya.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru melalui sinergi berbagai pihak demi mewujudkan Kalimantan Timur yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil’alamin, Wakil Gubernur Kalimantan Timur secara resmi menutup Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-XII Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 yang dipusatkan Taman Budaya Sendawar (TBS) di Kabupaten Kutai Barat.
Bupati Kubar Frederick Edwin menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, sponsor, dunia usaha, perguruan tinggi, instansi vertikal, perbankan, para inovator, pelaku UMKM, serta masyarakat Kutai Barat yang telah menjadi tuan rumah yang baik.
“Semoga semangat kolaborasi, inovasi, dan kebersamaan yang telah terjalin selama kegiatan ini terus kita pelihara dalam mendukung terwujudnya Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat, serta Kalimantan Timur yang semakin maju dan berdaya saing,” tutupnya.
Penutupan Gelar TTG XII ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba inovasi teknologi tepat guna serta penampilan seni budaya daerah yang semakin memeriahkan suasana malam penutupan. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya inovasi dan kolaborasi antar daerah dalam mendorong pembangunan berbasis teknologi tepat guna yang berkelanjutan.
Kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi, Frederick Edwin menyampaikan ucapan selamat dan berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus berkarya. Sementara bagi peserta yang belum memperoleh hasil terbaik, ia mengajak agar tetap semangat karena setiap inovasi memiliki nilai dan kontribusi bagi pembangunan daerah.(KP6/KP36)

