KUTAI BARAT, PROKOPIM — Kegiatan Tutus Adat Benuaq dan Tunjung yang digelar di Kabupaten Kutai Barat menjadi momentum penting untuk memperkuat keberadaan adat, budaya, serta jati diri masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Ketua Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat Yurang menyampaikan, Tutus Adat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari pengetahuan, nilai, tata kehidupan, tanggung jawab, dan warisan leluhur yang harus dipahami serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Adat tidak boleh hanya hidup dalam buku. Adat tidak boleh hanya dikenang ketika ada upacara. Adat harus hidup dalam perilaku, nilai kebersamaan, penghormatan kepada orang tua, penghormatan kepada sesama, keadilan, tanggung jawab dan keharmonisan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, Tutus Adat diharapkan menjadi salah satu sarana untuk mentransfer pengetahuan dan nilai-nilai adat dari para tetua kepada generasi muda. Hal ini dinilai penting agar perkembangan teknologi, modernisasi dan perubahan gaya hidup tidak membuat generasi penerus kehilangan hubungan dengan adat dan budaya leluhurnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presidium Dewan Adat juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, khususnya Bupati Frederick Edwin, yang dinilai terus memberikan ruang bagi adat, budaya dan masyarakat adat untuk tumbuh, berkembang serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan dan pelestarian adat tidak perlu dipertentangkan. Pemerintah membutuhkan masyarakat adat, demikian pula masyarakat adat membutuhkan pemerintah. Pemerintah berperan membangun infrastruktur dan pelayanan masyarakat, sementara adat menjaga nilai, identitas, kebersamaan dan keharmonisan kehidupan masyarakat.

Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Presidium Dewan Adat, dunia usaha, organisasi masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat. Dengan kebersamaan tersebut, pembangunan diharapkan tetap berjalan tanpa menghilangkan jati diri dan nilai-nilai adat.

Ketua Presidium Dewan Adat juga memberikan penghormatan kepada Ismael Thomas, S.H., M.Si., yang disebut memiliki perhatian terhadap keberadaan masyarakat adat dan kebudayaan di Kabupaten Kutai Barat serta memberikan kontribusi dalam perjalanan pembangunan daerah.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Tutus Adat sebagai momentum memperkuat persaudaraan, merawat adat, melestarikan budaya, menghormati leluhur dan mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi muda.

“Apabila adat kita kuat, identitas kita kuat. Apabila budaya kita lestari, jati diri masyarakat kita akan tetap berdiri,” tegasnya.

Ia berharap kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan Tutus Adat menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat adat, budaya dan persaudaraan masyarakat Kutai Barat.

“Tutus Adat bukan hanya tentang masa lalu. Tutus Adat adalah tentang siapa kita hari ini dan siapa yang akan kita wariskan kepada generasi yang akan datang,” pungkasnya.(KP36)

Komentar dinonaktifkan.