SENDAWAR, Prokopim – Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin mengajak generasi muda yang tergabung dalam ajang Pemilihan Duta Wisata dan Putri Pariwisata Kabupaten Kutai Barat 2026 menjadi garda terdepan dalam mempromosikan potensi daerah.
Menurutnya, kekayaan alam, budaya, dan adat istiadat Bumi Tanaa Purai Ngeriman harus diperkenalkan secara luas melalui promosi yang kreatif dan mengikuti perkembangan era digital.
Pesan itu disampaikan Bupati saat menghadiri Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Selasa (28/7).
Dalam sambutannya Bupati memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Kubar beserta seluruh panitia yang telah konsisten menyelenggarakan ajang tersebut sebagai wadah pembinaan generasi muda.
“Ini bukan sekedar kompetisi kecantikan atau ketampanan. Tapi merupakan ajang proses kaderisasi untuk melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, berwawasan luas, sekaligus memiliki kepedulian terhadap kemajuan pariwisata daerah,” ujarnya.
Ia menilai Kubar memiliki modal besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata. Keindahan alam, kekayaan budaya, hingga adat istiadat yang masih terjaga merupakan daya tarik yang harus dan terus diperkenalkan kepada masyarakat luas.
menurutnya potensi tersebut tidak akan dikenal jika tidak didukung promosi yang kuat, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi.
Karena itu, para Duta Wisata diharapkan mampu menjadi wajah daerah sekaligus komunikator yang memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memperkenalkan pesona Kutai Barat.
“Jangan hanya menjadi pajangan seremonial. Jadilah ikon, komunikator, dan pemasar kreatif yang mampu membawa nama Kutai Barat dikenal di tingkat nasional bahkan internasional. Sebarkan narasi positif tentang daerah melalui media digital secara bijak,” tegasnya.
Bupati juga memberikan motivasi kepada seluruh finalis yang telah berhasil mencapai babak grand final. Menurutnya, seluruh peserta merupakan putra-putri terbaik dari berbagai kecamatan yang telah menunjukkan dedikasi selama mengikuti proses seleksi dan karantina.
Ia berharap, Duta Wisata dan Putri Pariwisata Kutai Barat 2026 harus mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Sementara peserta yang belum berhasil diminta tidak berkecil hati karena pengalaman dan ilmu yang diperoleh menjadi bekal berharga untuk terus berkarya bagi daerah.
“Menjadi duta kemajuan Kutai Barat tidak harus melalui sebuah gelar. Terus tingkatkan kapasitas diri, pahami kearifan lokal, dan jadilah pribadi yang rendah hati, berintegritas, serta berkarakter,” pesannya.
Grand final tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Kutai Barat, jajaran perangkat daerah, kadis Pariwisata, pimpinan perbankan, dewan juri, serta para finalis Duta Wisata dan Putri Pariwisata Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026.
Ajang tersebut menjadi momentum untuk melahirkan duta-duta muda yang diharapkan mampu membawa citra pariwisata Kutai Barat semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.( KP17)

