SENDAWAR, Prokopim – Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Se-Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat iman sekaligus membangun kebersamaan umat Kristiani dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan yang mengusung tema “PUBER (Pulih Berdampak)” tersebut berlangsung di Taman Budaya Sendawar, Selasa (25/8/2026) malam.

Kegiatan dihadiri Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin, Anggota DPD RI Dr. Yulianus Henock Sumual, S.H., M.Si., jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kutai Barat, Sekretaris Daerah Kutai Barat, Ketua TP-PKK Kutai Barat, Ketua Dharma Wanita Persatuan, para pejabat di lingkungan Pemkab Kubar, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta jemaat dari berbagai wilayah, dan pembicara dalam KKR tersebut Pastor Andi Simon dari Balikpapan.

Dalam sambutannya, Bupati Frederick Edwin menyampaikan apresiasi kepada DPD IKAPIN Kutai Barat bersama panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut.

Menurutnya, KKR bukan sebatas agenda keagamaan, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat iman, membangun karakter dan menyegarkan kembali spiritualitas umat di tengah berbagai tantangan kehidupan.
“KKR ini bukan sekadar agenda kumpul-kumpul rutin.

Lebih dari itu, ini menjadi momen penting bagi kita semua untuk memperkuat iman, membangun karakter serta menyegarkan kembali spiritualitas,” ujarnya.

Mengangkat tema “Pulih Berdampak”, Bupati menilai pesan tersebut sangat relevan dengan kehidupan masyarakat. Setiap orang tentu menghadapi pergumulan, tantangan maupun kelemahan dalam kehidupan. Namun, pemulihan yang diterima hendaknya tidak berhenti pada diri sendiri. Namun, kita dituntut untuk berdampak. Artinya, iman yang kuat harus nyata melalui perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Menurut Bupati, kemajuan Kutai Barat tidak cukup hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus ditopang masyarakat yang memiliki mental, moral dan spiritual yang kuat.

Karakter masyarakat yang baik, integritas serta kehidupan spiritual yang kokoh disebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kutai Barat yang aman, harmonis, adil dan sejahtera.

Karena itu, Bupati mengajak umat Kristiani turut berperan dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Masyarakat juga diminta membangun budaya kerja yang jujur, rajin dan berintegritas, serta peran penting dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba, perjudian serta perilaku lain yang dapat merusak masa depan.

Selain itu, keluarga memiliki peran penting dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba, perjudian serta perilaku lain yang dapat merusak masa depan.

“Marilah kita bersama-sama bergandengan tangan untuk mewujudkan Kubar yang semakin solid, harmonis dan berdampak positif bagi sesama,” ajaknya.

Sementara itu, kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam KKR tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan persaudaraan di Kabupaten Kutai Barat.

Melalui KKR Se-Kubar 2026, Pemkab berharap semangat “Pulih Berdampak” dapat diterapkan dalam kehidupan tidak hanya melalui ibadah, tetapi juga lewat kepedulian, kasih, integritas dan tindakan nyata yang memberi manfaat bagi keluarga, lingkungan dan masyarakat luas, serta nilai-nilai spiritual diharapkan menjadi kekuatan dalam mendukung pembangunan Kutai Barat menuju masyarakat yang semakin rukun, solid dan sejahtera.”Tutupnya.(KP17)

Komentar dinonaktifkan.