SENDAWAR, Prokopim– Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat, Erik Victory, mewakili Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, secara resmi membuka Pentas Seni dan Budaya yang digelar di UPT Taman Budaya Sendawar, Kecamatan Barong, Jum’at (24/7/2026) malam
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam menjaga dan melestarikan seni, adat, serta budaya sebagai identitas daerah di tengah perkembangan zaman.
Pembukaan berlangsung semarak dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kutai Barat, jajaran pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Kutai Barat, kadis dinas dan kebudayaan Kamius Junaidi, Kadis Perwisata Sumardi, Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) selaku Ketua Panitia Penyelenggara, para camat, Ketua Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat, Ketua KONI, Ketua KNPI Kabupaten Kutai Barat, Kepala UPT Taman Budaya Sendawar beserta jajaran, para seniman, budayawan, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda Erik Victory, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, para seniman, budayawan, dan seluruh masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Malam Pentas Seni dan Budaya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar menyajikan hiburan melalui pertunjukan seni, melainkan merupakan komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam menjaga marwah budaya dan memperkuat identitas daerah.
“Esensi pelestarian budaya tidak berhenti pada sebuah pertunjukan. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga jati diri daerah agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Erik membacakan sambutan Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati melalui Sekda menyampaikan tiga pesan utama.
Pertama, Pentas Seni dan Budaya harus menjadi perekat persatuan. Keberagaman suku dan etnis di Kutai Barat merupakan kekayaan yang harus terus dirawat melalui budaya sebagai jembatan yang memperkuat persatuan dan kedamaian.
Kedua, kegiatan ini diharapkan semakin memperkokoh karakter generasi muda. Warisan budaya leluhur harus menjadi kebanggaan sehingga tidak tergerus oleh derasnya arus modernisasi dan perkembangan zaman.
Ketiga, seni dan budaya harus mampu menjadi penggerak ekonomi daerah. Pengembangan kebudayaan perlu berjalan beriringan dengan sektor pariwisata serta pemberdayaan pelaku UMKM kreatif sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Erik juga mengajak generasi muda, khususnya para pelaku sanggar seni, agar terus aktif menjadi pelestari budaya dengan memanfaatkan teknologi digital dan media sosial sebagai sarana memperkenalkan kekayaan adat dan budaya Kutai Barat ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Jadilah pewaris budaya yang aktif. Manfaatkan kemajuan teknologi untuk memperkenalkan keindahan adat dan budaya Kutai Barat kepada dunia. Budaya yang kita miliki adalah kekayaan yang harus terus dijaga dan dibanggakan,” pesannya.
Mengakhiri sambutan, SekdaKab secara resmi membuka Pentas Seni dan Budaya, dengan pemukulan alat musik yaitu (Gong), dengan harapan kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi para seniman sekaligus memperkuat semangat pelestarian budaya, persatuan masyarakat, serta mendorong tumbuhnya sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Barat.(KP17)

