SENDAWAR, Prokopim – Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin menegaskan pentingnya memperkuat perlindungan anak serta mencegah pernikahan pada usia anak.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Perayaan Hari Anak Nasional PPA se-Kubar di Taman Budaya Sendawar (TBS), kecamatan Barong Tongkok, Jumat (21/8/2026) malam.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua TP-PKK Kubar sekaligus Bunda PAUD Kubar Christina Maria Mozes, Sekretaris Daerah beserta isteri, para kepala perangkat daerah, camat, lurah dan petinggi, tokoh agama, organisasi wanita, pengurus PPA, pendamping serta orang tua dan anak-anak.

Frederick mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni. Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa anak memiliki hak untuk tumbuh, belajar, bermain, mengembangkan bakat serta meraih cita-cita.

“Perlindungan dan pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegas Frederick.

Ia secara khusus mengajak seluruh elemen masyarakat mencegah pernikahan anak. Menurutnya, pernikahan di usia anak berpotensi menghambat pendidikan, perkembangan diri dan kesempatan anak dalam meraih masa depan.

“Jangan sampai anak-anak kita kehilangan masa kanak-kanak dan cita-citanya karena keputusan yang belum waktunya,” ujarnya.
Selain pencegahan pernikahan anak, Bupati juga menekankan pentingnya pendampingan dan penguatan karakter.

Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membuat anak semakin mudah menerima berbagai pengaruh, baik positif maupun negatif. Karena itu, peran orang tua, sekolah, gereja, tokoh agama, pemerintah dan masyarakat dinilai sangat penting dalam memberikan pendidikan, pendampingan serta nilai moral dan keagamaan kepada anak.

Frederick juga mendorong agar anak-anak Kubar diberi ruang untuk mengembangkan potensi dan talenta. Ia ingin generasi muda di daerah itu berani bermimpi, berkarya dan percaya terhadap kemampuan diri.

“Ciptakan lingkungan yang aman dan positif agar setiap anak dapat mengembangkan bakat sesuai potensi yang dimiliki,” katanya.

Menurut Frederick, keberadaan 29 PPA se-Kutai Barat menjadi kekuatan penting dalam memperluas gerakan perlindungan anak. Untuk itu, sinergi seluruh pihak harus terus diperkuat, terutama dalam mencegah pernikahan anak dan melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.

Bupati berpesan, anak-anak yang hadir agar terus belajar, mengembangkan talenta, menghormati orang tua dan guru serta menjadi generasi yang berkarakter dan membanggakan keluarga maupun daerah.
“Masa depan Kutai Barat ada di tangan kalian,” ucapnya.

Pemkab Kubar, akan terus berkomitmen mendukung perlindungan anak sekaligus pembangunan sumber daya manusia.

Harapannya, anak-anak Kubar tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas, berkarakter dan berprestasi. “Pastikan setiap anak di Kubar dikenal, dilindungi, dikasihi, dididik dan dikembangkan potensinya,” pungkas Frederick.

Akhir kegiatan bupati Kubar, menandatangani piagam deklarasi komitmen menolak praktik pernikahan di bawah umur.(KP17)

Komentar dinonaktifkan.