SENDAWAR, Prokopim-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) mulai mematangkan persiapan 28 paket pekerjaan multi years contract (MYC). Seluruh dokumen engineer design diminta dikaji secara menyeluruh agar proyek tidak tersandung persoalan teknis, hukum, maupun administrasi saat memasuki tahap pelaksanaan.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kubar Erik Victory saat membuka Kick Off Meeting Core Team Evaluasi Engineer Design 28 paket pekerjaan MYC, di Ruang Rapat Sekkab, Lantai II Kantor Bupati Kubar, Selasa (4/8/2026).
Menurut Erik, proses evaluasi desain menjadi tahapan yang sangat menentukan karena hasilnya akan menjadi acuan dalam perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan fisik pembangunan.
“Pastikan seluruh aspek desain memenuhi standar teknis, sesuai peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai ada celah yang berpotensi menimbulkan persoalan, baik dari sisi keselamatan konstruksi maupun kepatuhan hukum,”tegasnya.
Ia menekankan, proses review tidak boleh berhenti pada pemeriksaan administrasi. Tim diminta menguji kualitas teknis dokumen secara kritis, mulai dari kesesuaian gambar, spesifikasi teknis, perhitungan struktur, efisiensi desain, hingga kewajaran biaya terhadap volume pekerjaan.
Selain itu, analisis rencana anggaran biaya (RAB) harus mengacu pada data harga terbaru agar menghasilkan perhitungan yang realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Erik juga meminta seluruh dokumen dipastikan lengkap dan siap digunakan sebagai dasar penyusunan KUA-PPAS 2027, proses pengadaan barang dan jasa, hingga pelaksanaan konstruksi.
“Pastikan gambar, spesifikasi, rencana kerja, dan syarat-syarat pekerjaan sudah komprehensif. Jangan sampai ada kekurangan yang berujung pada gagalnya proses lelang atau memunculkan sengketa kontrak,”ujarnya.
Ia turut mengingatkan pentingnya ketepatan waktu penyelesaian review agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Menurutnya, keberhasilan penyusunan dokumen sangat bergantung pada sinergi seluruh anggota tim. Karena itu, pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang kuat menjadi kunci menghasilkan dokumen yang berkualitas.
“Dokumen yang baik akan menjadi fondasi pelaksanaan pembangunan ke depan. Karena itu, mari kita berproses bersama, berdiskusi, dan memastikan hasil review benar-benar memberikan manfaat bagi pembangunan Kubar,”pungkasnya. (KP6)

